Info Delegasi
Pengadilan Tinggi
Logo PENGADILAN AGAMA MUARA SABAK

Mahkamah Agung Republik Indonesia

PENGADILAN AGAMA MUARA SABAK

Komplek Perkantoran Bukit Menderang, Kel. Rano, Kec. Muara Sabak Barat, Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur

email : pamuarasabak@yahoo.co.id , email delegasi : kepaniteraanpamuarasabak@gmail.com

SIPPSIWASPANJAR BIAYA PERKARAS K U M


Sejarah Pendirian dan Perkembangan

SEJARAH PENDIRIAN DAN PERKEMBANGAN PA MUARA SABAK

 

    Sejarah Tanjung Jabung Timur tidak akan lepas dengan Tanjung Jabung Barat. Awalnya wilayah Pengadilan Agama Muara Sabak adalah termasuk wilayah yurisdiksi dari Pengadilan Agama Kuala Tungkal yang menaungani wilayah Kabupaten Tanjung Jabung yang masuk ke wilayah provinsi Jambi.

    Provinsi Jambi sendiri, jauh sebelumnya yaitu pada masa kemerdekaaan termasuk Provinsi Sumatra Tengah dimana berdasarkan keputusan Komite Nasional Indonsia (KNI) untuk Pulau Sumatera di Kota Bukit Tinggi (Sumbar) pada tahun 1946 tanggal 15 April 1946, di pulau Sumatera sendiri di bagi menjadi 3 (tiga) Provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Tengah, Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Selatan, pada waktu itu Daerah Keresidenan Jambi terdiri dari Batanghari dan Sarolangun Bangko, tergabung dalam Provinsi sumatera Tengah yang dikukuhkan dengan undang - undang darurat Nomor 19 Tahun 1957, kemudian dengan terbitnya undang - undang Nomor 61 Tahun 1958 pada tanggal 6 januari 1958 Keresidenan Jambi menjadi Provinsi Tingkat I Jambi yang terdiri dari : Kabupaten Batanghari, Kabupaten Sarolangun Bangko dan Kabupaten Kerinci. Pada tahun 1965 wilayah Kabupaten Batanghari dipecah menjadi 2 (dua) bagian yaitu : Kabupaten Dati II Batanghari dengan Ibukota Kenaliasam, Kabupaten Dati II Tanjung Jabung dengan Ibukotanya Kuala Tungkal. Kabupaten Dati II Tanjung Jabung diresmikan menjadi daerah kabupaten pada tanggal 10 Agustus 1965 yang dikukuhkan dengan Undang - Undang Nomor 7 Tahun 1965 (Lembaran Negara Nomor 50 Tahun 1965), yang terdiri dari Kecamatan Tungkal Ulu, Kecamatan Tungkal Ilir dan kecamatan Muara Sabak.

     Dalam perkembangannya, saat otonomi daerah bergulir pada tahun 1999, Kabupaten Tanjung Jabung dimekarkan kembali menjadi dua kabupaten, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pemekaran ini berdasarkan UU Nomor 54 Tahun 1999 tanggal 12 Oktober 1999.  Kemudian berdasarkan Keputusan Presiden No. 179 tahun 2000 tanggal 22 Desember 2000 dan ditindak lanjuti dengan Keputusan Menteri Agama RI tanggal 21 Agustus 2001 dibentuklah Pengadilan Agama Muara Sabak yang peresmiannya oleh Direktur Badan Peradilan Agama RI Drs.H. Wahyu Widiana MA dengan  yurisdiksinya meliputi Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Pengadilan Agama Kuala Tungkal yang yurisdiksinya Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

     Pada awal Tahun 2001 Pengadilan Agama Muara sabak berkantor di Muara Sabak Timur yaitu menempati eks Rumah Dinas Pengadilan Negeri Kuala Tungkal (rumah dinas sidang Keliling PN) di Kecamatan Muara Sabak, dimana pada waktu itu Pengadilan Agama masih berada dibawah Departemen Agama yang di pimpin oleh Ketua Drs. Usman Karim, pada tahun 2004, Pengadilan Agama Muara Sabak mendapat Dana Pembangunan Gedung Kantor, adapun tanah yang akan di bangun gedung tersebut berstatus tanah hak pakai dari Pemda Tanjung Jabung Timur untuk Departemen Agama dan kemudian seiring dengan keluarnya KEPRES Nomor 21 tahun 2004 tentang Pengalihan Organisasi, Administrasi dan Finansial di Lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan Agama Ke Mahkamah Agung RI.,maka secara otomatis Lahan yang semula milik Departemen Agama dialihkan kepada Republik Indonesia Cq. Mahkamah Agung RI.

     Pada tanggal 03 Februari 2005, Kantor Pengadilan Agama Muara Sabak dipindahkan dari Kec. Muara Sabak Timur  ke Komplek Perkantoran Bukit Menderang Pemkab Tanjung Jabung Timur, Kelurahan Rano. Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menepati Gedung yang berdiri di atas tanah seluas 2.500 m2 dan luas bangunan 500 m2, yang peresmiannya dilakukan oleh Wakil Mahkamah Agung RI bidang Non Yudisial, Drs. H. Syamsuhadi Irsyad, SH.MH,

HISTORIAL KETUA PENGADILAN AGAMA MUARA SABAK

Hingga saat ini telah tercatat 7 (tujuh ) orang yang telah menjabat sebagai Ketua pada Pengadilan Agama Muara Sabak yaitu:

1. Drs. Usman Karim          : 25 Juni 2001  -  21 Januari 2003

2. Drs. Khalis R Koto           : 21 Januari 2003 -  18 Oktober 2005

3. Kamal Mukhtar, S.Ag     : 18 Oktober  2003 -  28 Oktober 2010

4. Drs. Bakir Fu’adi (Pjs.)   : 28 Oktober 2010 -  28 Oktober 2011

5. Drs. H. Barmawi, MH     : 28 Oktober 2011 - 28 Agustus 2013

6. Drs. Indrawisol : 28 Januari 2014 - 27 Februari 2017

7. Dra. Hj. Wadi Dasmi, M.Ag 27 Januari 2017 - 28 MAret 2018

8. Dra. Hj. Hasnaini S.H, M.H S/d Sekarang 

 

 

deeefendi created


Sistem Informasi Penelusuran Perkara

SIPPAplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.

Lebih Lanjut

Pencarian Dokumen Putusan di Direktori Putusan Mahkamah Agung

DirPutPencarian cepat Dokumen Putusan di Database Direktori Putusan Mahkamah Agung Agung Republik Indonesia

Pencarian Peraturan Perundangan, Kebijakan Peradilan dan Yurisprudensi

DJIHPencarian cepat peraturan dan kebijakan dalam Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Mahkamah Agung Republik Indonesia

 


Pelayanan Prima, Putusan Berkualitas